Al-Qur’an dan Metodologi Memahaminya

1. Makna al-Quran

secara istilah adalah

 كَلاَمُ اللهِ تَعَالَى الْمُنَزَّلُ عَلَى رَسُوْلِهِ وَخَاتَمِ أَنْبِيَائِهِ مُحَمَّدٍ الْمَبْدُوْءُ بِسُوْرَةِ الْفَاتِحَةِ الْمَخْتُوْمُ بِسُوْرَةِ النَّاسِ

“Kalamullah (firman Alloh) yang diturunkan kepada Rosul-Nya, penutup para nabi, yaitu Muhammad ﷺ, yang dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas.”

Baca artikel lainnya!

2. Fungsi al-Qu’ran

ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur`ān) itu tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” [QS. Al-Baqarah: 2]

تَبَارَكَ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡفُرۡقَانَ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦ لِيَكُونَ لِلۡعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

“Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqān (Al-Qur`ān) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” [QS. al-Furqon: 1]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur`ān) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” [QS. Yunus: 57] 

وَيَوۡمَ نَبۡعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدًا عَلَيۡهِم مِّنۡ أَنفُسِهِمۡۖ وَجِئۡنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِۚ وَنَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ تِبۡيَٰنٗا لِّكُلِّ شَيۡءٖ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُسۡلِمِينَ

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur`ān) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).” [QS. an-Nahl: 89]

هَٰذَا بَيَانٞ لِّلنَّاسِ وَهُدٗى وَمَوۡعِظَةٞ لِّلۡمُتَّقِينَ

“Inilah (Al-Qur`ān) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Ali Imron: 138]

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur`ān, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” [QS. al-Hijr (15): 9]

هَٰذَا بَصَٰٓئِرُ لِلنَّاسِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّقَوۡمٖ يُوقِنُونَ

“Al-Qur`ān ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” [QS. al-Jatsiyah (45): 20]

3. Metodologi Memahami al-Qur’an

4. Penjagaan Al-Qur’an

Alloh ﷻ telah memelihara al-Qur’an yang mulia dari segala bentuk perubahan, penambahan, pengurangan maupun penggantian, dan Alloh ﷻ senantiasa menjamin keasliannya:

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” [QS. al-Hijr (15): 9]

Oleh karena itu, walaupun telah berabad-abad lamanya semenjak al-Qur’an diturunkan, maka tidak ada seorangpun dari musuh-musuh Alloh ﷻ yang telah berusaha keras untuk mengubah, menambah, mengurangi, ataupun menggantinya, yang berhasil. Karena Alloh ﷻ pasti akan membuka kedok dan menyingkap usaha jahatnya tersebut.

  1. Nabi Muhammad ﷺ membacakan al-Qur’an kepada Malaikat Jibril setiap malam bulan Ramadhan.
  2. Penulisan wahyu sebagaimana yang dilakukan oleh Zaid bin Sabit.
  3. Pembatasan penulisan pada al-Qur’an. Peristiwa ini terjadi pada permulaan turunnya wahyu sebab khawatir akan tercampur dengan hadits.
  4. Adanya motivasi tentang belajar dan mengajarkan al-Qur’an dari Nabi ﷺ.

Sedekah Untuk Santri Tahfidz Penghafal Qur’an